Belasan Oknum Anggota Grib Subang Berhasil Diringkus Satreskrim Polres Subang

- 19 April 2024, 16:29 WIB
Satreskrim Polres Subang saat adakan konferensi pers
Satreskrim Polres Subang saat adakan konferensi pers /

KABARINDRAMAYU - Anggota Ormas Grib Subang Utara diringkus jajaran Satreskrim Polres Subang, akibat melakukan aksi pengrusakan sebuah rumah serta melakukan penganiayaan kepada 3 orang.

Video pengrusakan dan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota ormas Grib Jaya Subang Utara tersebut viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ade Irma Suryani Blok Jagal Kelurahan Karanganyar Kecamatan Subang, atau samping Kantor Pos Subang. Rabu17 April 2024.siang

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu mengungkapkan, pada hari Rabu 17 April 2024 sekira pukul 08.00 WIB di bawah Jembatan Fly Over Pamanukan Subang berkumpul puluhan orang yang tergabung dalam kelompok GRIB JAYA SUBANG dibawah pimpinan Carnedi.

"Dalam kesempatan tersebut saudara Carnedi menginstruksikan kepada yang hadir bahwa saat itu akan berangkat ke wilayah Subang untuk memberikan

pelajaran atau efek jera kepada sesama anggota kelompok GRIB yang berupaya untuk mengambil alih kepengurusan GRIB tandingan yang dipimpin saudara Agam," ungkapnya.

"Motif penganiayaan dan pengrusakan rumah tersebut terkait urusan internal ormas sendiri. Kami Polres Subang menindak lanjuti laporan korban terkait pengrusakan dan penganiayaan yang dilakukan anggota Ormas,' ungkap Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu, dalam press release-nya, dihalaman Mapolres Subang, Jumat 19 April 2024 pagi.

Dalam kasus tersebut, Satreskrim Polres Subang berhasil mengamankan 19 tersangka dan saat ini mendekam di sel tahanan Mapolres Subang.

"19 tersangka sudah kita amankan, dan masih kita lakukan penyidikan untuk pengembangan kasus tersebut," katanya

Adapun awal kronologis kasus tersebut dilakukan oleh sekelompok anggota Grib Jaya asal Pantura, saat itu Selasa 16 April 2024 malam Carnedi ketua Grib Jaya Subang Utara menghubungi anak buahnya untuk melakukan aksi.

Selanjutnya pada Rabu 17 April 2024 sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan anggota Grib anak buah Carnedi berkumpul di bawah Flyover Pamanukan

"Mereka sekitar 50 orang anak buah Carnedi berkumpul di bawah flyover Pamanukan dan bergerak ke Subang Kota menggunakan 7 kendaraan ," ucapnya

Tiba di Subang Kota, Carnedi beserta rombongan berhenti di Jembatan layang tol Cipali kawasan Cilameri untuk memberi arahan agar tak tercecer anak buahnya

"Carnedi memberikan arahan kepada anggota untuk memberikan efek jera kepada orang-orang yang ada di sekretariat Grib Subang Kota, termasuk melakukan pengrusakan sekretariat," katanya

"Tiba di TKP tanpa di komandoi, puluhan anggota Grib Jaya Subang Utara tersebut langsung melakukan pengrusakan dan penganiayaan kepada 3 orang yang ada di TKP," imbuhnya

Akibat aksi pengrusakan dan penganiayaan tersebut, sekretariat Grib Subang Kota rusak berat, semua kaca dan pintu serta properti yang ada didalamnya rusak.

"Rumah yang dijadikan sekretariat Grib tersebut rusak, 3 motor, 3 HP korban rusak dan 3 orang mengalami luka berat dan ringan akibat dianiaya anak buah Carnedi," ucap Kapolres.

Adapun ketiga orang yang mengalami luka-luka tersebut diantaranya AH (62) luka ringan, IM(39) luka berat, YS (32) luka ringan.

"Korban luka berat saat ini dirawat di RS Hamori Subang," katanya

Selain mengamankan 19 tersangka, Polisi mengamankan Barang bukti berupa 4 helm, Kampak, 3 batu, 3 buah bambu sepanjang 1 meter, 1 kayu sepanjang 1 meter, botol oli, patahan kursi kayu, 7 mobil, 3 motor, baju warna hitam, topi, dan dispenser.

Dalam perbuatannya tersangka dijerat Pasal 200 Ayat (1) tentang Perusakan Gedung atau Bangunan Jo Pasal 170 Ayat (1) KUHP tentang Pengeroyokan.

Pasal 200 Ayat (1) KUHP Tentang Kejahatan yang membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang.

Barang siapa dengan sengaja menghancurkan atau merusak gedung atau bangunan diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang.

Dan atau Pasal 170 Ayat (1)Tentang Pengeroyokan “Barang siapa dengan terang terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam

dengan pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan dan atau Pasal 55 Ayat 1 ke 1," dipidana sebagai pelaku tindak pidana: Mereka yang melakukan, yang

menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan.***

Editor: Budi Supri Yanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah