Ratusan masyarakat gerudug Balai Desa Tugu, minta diberhentikan Perangkat Desa berinisial S.

- 15 Mei 2024, 08:40 WIB
Saat masyarakat desa tugu gruduk kantor desa
Saat masyarakat desa tugu gruduk kantor desa /

KABARINDRAMAYU- Ratusan Warga Desa Tugu Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu senin 13 Mei 2024 mendatangi Kantor Balai Desa, alasan mereka mendatangi Balai Desa Tugu merasa kecewa dengan sikap Perangkat Desa berinisal S akrab disapa Mang Garang yang diduga meresahkan masyarakat dan tidak membuat aman, nyaman dan dinilai kurang mengayomi atau melindungi warganya sendiri.

Hal ini Warga Masyarakat dibuktikan dengan mendatangi kantor Balai Desa Tugu, masyarakat mendesak Agar Kepala Desa memberhentikan secara tertulis.

Menurut keterangan warga saat mendatangi Kantor Desa mengatakan, Alasan kami mendatangi Kantor Desa Tugu mendesak Kepala Desa untuk memberhetikan secara hormat maupun tidak hormat Perangkat Desanya secara tertulis.

Karena S sudah membuat resah warga dan dianggap tidak mengayomi juga melindungi kami sebagai warganya. Ucapnya 

Ia menambahkan, karena awalnya Perangkat Desa diangkat oleh Kepala Desa maka pemberhentiannya pun harus Kepala Desa, tapi pada dasarnya yang memilih Kepala Desa ialah Masyarakat. bukan secara lisan yang diwakili oleh perangkat desa lain.

Maksud kami berharap Kepala Desanya langsung kepada Warganya disertakan surat pemberhentian, agar kami sebagai Warga Desa Tugu merasa puas atas sikap Kepala Desa Kepada Perangkatnya. Ucapaya 

Saat kami dimediasi di Kantor Desa untuk mendiskusikan S, Perangkat Desa lain secara tegas mengatakan mulai detik ini Perangkat Desa S akan diberhentikan.

Kami sebagai masyarakat masih mempertanyakan pemberhentian perangkat desa itu, aturannya seperti apa dan bagaimana karena bukan Kepala Desa langsung yang menyampaikan dan berharap membuat surat pemberhentian kepada Perangkat Desa berinisial S itu.

Ada masyarakat yang mengatakan, Kepala Desa yang sekarang terlihat kebingungan. Pasalnya ada dugaan pengangkatan Perangkat Desa bukan atas dasar kebutuhan melainkan kedekatan, sehingga paska demo menjadi dilematis pada Kepala Desa sendiri.***

Editor: Budi Supri Yanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah