Kebun Anggur Rumah Zakat Jadikan Kelompok Lansia Tetap Produktif di Usia Senja

- 23 April 2024, 14:43 WIB
Bersama para lansia, budidaya anggur ini bukan hanya sebagai aktivitas fisik tetapi juga menjadi usaha bersama para lansia yaitu dengan menjual bibit anggur dan buah anggur.
Bersama para lansia, budidaya anggur ini bukan hanya sebagai aktivitas fisik tetapi juga menjadi usaha bersama para lansia yaitu dengan menjual bibit anggur dan buah anggur. /

 

KABARINDRAMAYU - Usia lanjut usia (lansia) kerap diartikan sebagai usia yang tidak produktif dalam pekerjaan. Tapi, bagi sejumlah lansia yang tergabung di kelompok lansia rumah zakat binaan relawan inspirasi Lastri Mulyani di Desa Tegalurung Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, usia lansia tetap harus produktif meski disesuaikan dengan kemampuan fisik

Salah satu cara bagi mereka salah satunya ada melakukan budidaya anggur. Dengan dibantu relawan inspirasi rumah zakat, Lastri Mulyani, kelompok lansia ini dilatih untuk bisa melakukan budidaya anggur secara mandiri.
"Sambil santai di kebun anggur ini, saya belajar untuk berbudi daya buah anggur bersama lansia lain," kata Catu, lansia asal Kecamatan Balongan, Selasa 24 April 2024.

Rumah zakat desa berdaya Tegalurung Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, melalui relawan inspirasi Lastri Mulyani, mulai menggeluti budidaya anggur sejak November 2021. Lokasi budiaya kebun anggur ini di Desa Tegalurung Blok Kedokan Desa RT 08 RW 02 Kecamatan Balongan dan diberi nama Kebun Anggur Lansia.

Bersama para lansia, budidaya anggur ini bukan hanya sebagai aktivitas fisik tetapi juga menjadi usaha bersama para lansia yaitu dengan menjual bibit anggur dan buah anggur.

Budidaya anggur di area Rumah Zakat Tegalurung sejak awal melibatkan warga lansia. Mulai dari grafting atau menyambung bagian dua tanaman anggur, menanam, hingga memelihara tanamannya.

Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Tegalurung, Lastri Mulyani, mengatakan, dari dua batang jenis anggur yang berbeda, kini sudah ada sekitar 20 jenis anggur yang dibudidayakan. Di antaranya jenis ninel, jupiter, transfiguration, manicure finger, akademik, gozv, angelica, heliodor dan veles.

"Awalnya hanya ada dua jenis anggur. Kami lakukan grafting sendiri, hingga sekarang menjadi 20 jenis anggur. Para lansia turut serta melakukan grafting tersebut," kata Lastri.
Bahkan anggur jenis jupiter yang beraroma seperti mangga gedong gincu banyak diminati warga, namun juga telaj menjadi wisata edukasi bagi pelajar.

" Lembaga pendidikan hingga peajar dari luar Indramayu mulai berkunjung ke kebun anggur lansia. Mereka memanfaatkan kebun anggur sebagai wisata edukasi," kata dia.

Tak hanya proses grafting, para warga lansia juga dilibatkan secara aktif dalam penanaman, pemeliharaan, hingga panen anggur tersebut. Hasil panen anggur itu pun dibagikan kepada warga lansia.

"Banyak yang berminat beli anggur, tapi belum bisa kami penuhi. Hasil panen yang ada baru kami bagikan kepada para lansia," kata dia.

Lastri mengatakan, tanaman anggur di Rumah Zakat Tegalurung diatur penanamannya agar panen bisa dilakukan secara berkala dengan bergantian. Saat sebagian tanaman dipanen, sebagian lainnya sedang masa pembesaran buah.

Dalam satu tahun, bisa panen tiga kali," ujarnya.

Budi daya anggur merupakan salah satu program yang dijalankan Rumah Zakat bagi para warga lansia di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan. Selain budi daya anggur, program lain yang dijalankan para lansia binaan Rumah Zakat di desa tersebut, antara lain kebun gizi lansia, pembuatan ecobrick, dan budi daya jangkrik. "Harapan saya nantinya, lansia bisa mendapatkan pendapatan dari hasil panen anggur. Ya istilahnya bisa dapat uang pensiunan bulanan dari hasil berkebun anggur," ujar dia.***

 

 

 

 

 

 

Editor: Hasto Kristanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah